Aug 12
2016

Ironi Neymar di Olimpiade dan Sensasi Telat Duo Gabi

Ironi Neymar di Olimpiade dan Sensasi Telat Duo Gabi

Berita Bola, Lolos dari lubang jarum. Begitu nasib Timnas Brasil di babak penyisihan Grup A sepakbola Olimpiade 2016. Kubu tuan rumah akhirnya melaju ke perempat final setelah sukses mengalahkan Denmark empat gol tanpa balas.

Itu merupakan kemenangan perdana Brasil. Sebelumnya mereka diketahui selalu ditahan imbang tanpa gol oleh Afrika Selatan dan Irak.

Brasil mengumpulkan lima poin hasil tiga kali bertanding dan berhak memuncaki klasemen akhir Grup A. Sedangkan untuk posisi runner up ditempati Denmark yang mengumpulkan empat poin.

Pada perempat final nanti, Brasil akan bertemu lawan kuat, Kolombia. Sebuah partai menarik karena menjadi duel antara dua kekuatan besar sepakbola Amerika Selatan.

Bagi Tim Samba, duel tersebut lebih dari sekedar tuntutan untuk mengangkat nama bangsa. Namun juga merupakan kesempatan buat menghapus kritik yang sempat mencuat pada awal turnamen.

Pembuktian Duo Gabriel

Kemenangan Brasil atas Denmark tidak lepas dari peran duo Gabriel (Barbosa dan Jesus). Tiga gol tim asuhan Rogerio Micale lahir dari kaki para pemain tersebut.

Gabigol adalah yang paling bersinar pada pertandingan itu. Dia sukses menyumbang dua gol pada menit 28 dan 80.
Tidak cuma itu, bintang muda Santos tersebut juga bermain seperti tak kenal lelah. Dia mampu mengobrak-abrik pertahanan Tim Dinamit dari segala sisi lapangan.

Situasi yang membuat Gabigol sekarang kian santer diisukan bakalan hengkang menuju ke Eropa. Juventus, Inter Milan, Napoli hingga Leicester City tambah ngebet ingin mendatangkan bomber 19 tahun itu.

Rekan setim Gabigol, Gabriel Jesus juga sedikit menjawab keraguan dari Manchester City yang baru memboyongnya dari Palmeiras. Walau belum bisa menjadi ukuran kualitas, paling tidak sumbangan satu golnya bisa membuat fans The Citizens tenang sejenak.

Neymar Tenggelam

Kontras dengan duo Gabriel, kapten tim Neymar masih melempem. Kontribusi pemain Barcelona tersebut belum ada yang nyata sampai sejauh ini. Padahal, tadinya dia yang paling diandalkan untuk memimpin tim tampil di even akbar empat tahunan tersebut.

Atas situasi yang ada, pelatih legendaris Mario Zagallo angkat bicara. Dia menyatakan Neymar Santos itu memang belum matang secara karakter.

“Dia harus sadar sedang memimpin Timnas Brasil. Neymar tidak bisa keluar dari garis ini. Dia belum matang, ini adalah masalah yang seharusnya tidak kami miliki,” kata Zagallo.

Sementara Micale selaku pelatih memohon kepada publik Brasil agar jangan menambahkan beban kepada Neymar. Dia melarang fans bersikap buruk, seperti mencela atau menghina sang pemain.

“Neymar suatu hari akan menjadi pemain terbaik di dunia, dan kita perlu menghormatinya,” kata Micale.

“Jika kita tidak menghormati pemain terbaik kita, mereka mungkin tidak ingin bersama kita lagi. Neymar baru 24 tahun dan belum matang sepenuhnya. Secara umum seorang pemain mencapai puncaknya pada usia 28 tahun, fisik dan mental,” ujarnya.

Dia pun menekankan bahwa Neymar sudah harus berhadapan dengan tekanan yang besar, karena menjadi pemimpin sejak berusia 17 tahun. Di usia yang masih muda, Neymar sudah mencetak 46 gol untuk timnas senior Brasil. Namun, tekanan diyakini telah berdampak kepadanya.