Jan 19
2015

Perubahan Skema di Babak Kedua Menangkan The Red Devils

Perubahan Skema di Babak Kedua Menangkan The Red Devils

Agen Bola

Agen Bola – Perubahan Skema di Babak Kedua Menangkan The Red Devils ,

Perubahan taktik yang dilakukan Louis van Gaal pada babak kedua membawa dampak besar bagi permainan Manchester United. Sempat kesulitan menggempur gawang Queens Park Rangers pada babak pertama, MU akhirnya menang 2-0 lewat gol Marouane Fellaini dan James Wilson.

‘Setan Merah’ memang masih sulit menampilkan permainan terbaiknya, juga dalam laga yang digelar di Stadion Loftus Road, London, Sabtu (17/1/2015). Michael Carrick dan kawan-kawan kesulitan mengembangkan permainan, terutama di lini tengah.

QPR sukses mengisolasi aliran bola ke area kotak penalti mereka. Namun kondisi tersebut hanya berlangsung pada babak pertama, sebelum kesebelasan asuhan Harry Redknap tersebut mulai melakukan kesalahan.

Dengan hasil ini, United masih bertengger di peringkat empat klasemen Liga Inggris karena Southampton meraih kemenangan 2-1 atas Newcastle United, beberapa jam setelah pertandingan usai.

Hilangnya Peran Juan Mata

Di bawah arahan Van Gaal, Juan Mata masih belum dapat menunjukkan performa puncak seperti yang ia tunjukkan saat masih membela Chelsea. Seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya, Mata ditempatkan di lini tengah bersama Wayne Rooney. Mereka mengapit Carrick yang bertugas sebagai gelandang bertahan.

Dalam pertandingan menghadapi QPR, terutama pada babak pertama, hampir semua skuat United main di bawah standar.


Umpan sepertiga akhir Manchester United pada babak pertama

Dari grafis di atas terlihat bagaimana United kesulitan menerobos pertahanan QPR. Mereka bahkan kesulitan melakukan umpan di depan kotak penalti. Namun, hal paling jelas terlihat pada banyaknya umpan gagal yang diarahkan pada pos yang ditempati Mata. Ini yang membuat Mata sepanjang babak pertama kesulitan untuk membangun serangan.

Sepanjang pertandingan, Mata melakukan 31 umpan, dengan 21 kali umpan sukses. Dari jumlah tersebut, hanya satu yang berhasil menjadi peluang. Sebanyak sembilan umpan ia arahkan pada Phil Jones yang menjelajah area kanan, itu pun dilakukan di area permainan sendiri.


Umpan Juan Mata

Sulitnya Mata, dan United pada umumnya, mengembangkan permainan pada babak pertama, tak lain karena rapatnya lini tengah QPR yang dihuni Eduardo Vargas, Joey Barton, Karl Henry, dan Leroy Fer. Keempatnya bermain disiplin dengan menghalau setiap serangan United.

Pada babak pertama, United bermain seperti tanpa pola. Gelandang United seolah kehabisan akal karena tidak mampu mengirim bola ke lini serang yang dihuni Radamel Falcao dan Angel Di Maria.

QPR Manfaatkan Ruang Antarlini

Van Gaal kembali menerapkan formasi 3-5-2 dalam pertandingan semalam. Pada babak pertama, pola ini memiliki sejumlah kelemahan yang mampu dimaksimalkan QPR.


Grafis tekel QPR

Keberhasilan umpan QPR sebenarnya jauh di bawah harapan. Pada babak pertama, kesuksesan umpan mereka hanya 58 persen. Namun, The Hoops mampu menahan serangan United dan mengonversinya menjadi serangan balik.

Redknapp menginstruksikan Barton untuk terus melakukan tekanan terhadap Rooney. Keduanya memang bermain dalam area yang sama. Ini yang membuat Rooney, pada babak pertama, lebih efektif mengirimkan umpan ke sisi kanan serangan United. Rooney sulit untuk mengirim bola ke Blind yang bergerak menyisir sisi kiri. Lima umpan Rooney yang diarahkan ke depan kotak penalti selalu gagal karena bisa diredam oleh bek QPR.


Umpan Rooney pada Babak Pertama

Agen Bola

Ini yang tidak terjadi pada Mata di sisi kanan serangan United. Saat Rooney mendapatkan bola, Barton secara otomatis maju menghalangi dan mengganggu pergerakan Rooney. Saat bola berhasil direbut, Barton lantas mengirimkannya ke sisi kanan serangan QPR yang dihuni Vargas.

Dari kaki Vargas, serangan QPR dimulai. QPR menempatkan Bobby Zamora dan Charlie Austin di area pertahanan United yang hanya dihuni tiga bek. Sayangnya tidak ada satu gol pun yang bersarang dari sembilan percobaan tendangan ke gawang De Gea.

Cara untuk mematahkan pergerakan Rooney tidak dipraktikkan pada Mata. Henry dan Fer ditugaskan untuk mengawal daerah, ketimbang secara khusus mengawal seorang pemain. Jika Mata lepas dari kawalan Henry dan Fer, Nedum Onouha yang maju untuk menekan Mata. Tentu saja, cara ini berhasil untuk menahan Mata agar tidak terlalu jauh masuk ke wilayah QPR.

Cara seperti ini juga yang membuat pergerakan Antonio Valencia terlihat jauh lebih aktif ketimbang Blind. Saat Henry dan Fer menjaga wilayah, Valencia, bahkan Jones bisa dengan mudah menguasai sisi kiri pertahanan QPR. Dengan penjagaan wilayah seperti itu, Valencia bisa mencari ruang untuk menerima umpan.

Namun, toh pergerakan Valencia tak berarti apa-apa. Dari empat umpan silang yang ia lakukan, tak satu pun yang mengenai sasaran.

Melawan Sisi Terlemah

Secara keseluruhan, serangan United lewat sisi kanan mencapai 41 persen dan lewat sisi kiri 30 persen. Hal serupa juga ditunjukkan QPR dengan lebih banyak melakukan serangan lewat sisi kanan, lewat skema Barton-Vargas-Zamora dengan 43 persen, sementara sisi kiri hanya 28 persen.

QPR menguatkan pertahanan di sisi di mana United sekiranya akan lebih banyak menyerang. Di sisi lain, QPR juga menyiapkan para pemainnya untuk menyerang sisi di mana United tidak sedang menyerang. Saat perhatian teralihkan ke sisi kiri pertahanan United, bola disilangkan ke arah Austin yang beroperasi di sisi kanan.

QPR pun diuntungkan dengan adanya celah antara tiga bek United dengan lini tengah. Di sana, berdiri Austin dan Zamora, yang menunggu serangan balik.

Carrick yang sejatinya diplot sebagai gelandang bertahan, nyatanya lebih sering terlihat berdiri sejajar dengan Rooney dan Mata. Mentoknya lini tengah United, memaksa Carrick lebih aktif mengalirkan bola ke lini serang. Akibatnya, ada celah yang yang berulangkali mampu dimanfaatkan QPR.

Hal ini terbukti pada menit ke-31 saat Austin berhasil menerima bola panjang yang diarahkan padanya. Ini merupakan hasil dari renggangnya jarak lini tengah dan lini belakang. Saat menerima bola, jarak antara bek United, berhasil memberikan celah bagi Austin untuk menendang bola.

Tidak Padunya Falcao-Di Maria

Cederanya Robin van Persie, sempat membuat publik menerka-nerka siapa yang akan ditempatkan Van Gaal di lini serang. Rooney yang kadung menjadi gelandang, diprediksi akan mendampingi Falcao sebagai penggedor gawang lawan. Nyatanya, Van Gaal memang memainkan Rooney, tapi masih sebagai gelandang. Di lini serang, meneer Belanda tersebut malah menduetkan Falcao dengan Di Maria.

Ide yang membuat orang mengerutkan dahi ini nyatanya memang tak berhasil. Falcao diplot sebagai penyerang kiri, dan Di Maria penyerang kanan. Namun, keduanya seperti tak mendapat chemistry yang tepat untuk bahu membahu membobol gawang lawan.

Ini terlihat dari pergerakan Falcao dan Di Maria yang dinamis—dalam arti negatif. Falcao kadang berada di kiri, kadang berada di kanan. Beberapa kali terlihat ia diperintahkan untuk membuka ruang di tempat yang bukan menjadi wilayahnya (di sisi kanan).

Di Maria kemudian berinisiatif bermain lebih sedikit di belakang Falcao. Dia mencoba memanfaatkan ruang di belakang Falcao dengan bergerak di sepertiga akhir lapangan. Tapi dia sangat sulit menghubungkan dirinya dengan Falcao sebagai ujung tombak. Paling banter ia meliuk-liuk di luar kotak penalti untuk kemudian mengirim umpan terobosan atau silang ke dalam kotak penalti. Salah satunya (di babak kedua) menghasilkan peluang emas yang gagal diselesaikan Falcao.

Bomber Kolombia ini bermain buruk. Ia memang cukup gigih bertarung di depan, berani beradu badan, sesekali menjemput bola. Tapi beberapa peluang emas, dua di antaranya sudah berhadapan dengan kiper QPR, Robert Green, selalu gagal menjadi gol.

Ubah Skema pada Babak Kedua

Van Gaal mengganti Mata dengan Fellaini saat babak kedua dimulai. Ia sadar kelemahan timnya ada pada Mata yang kesulitan mengembangkan permainan.

Kehadiran Fellaini memberikan dampak besar bagi pertahanan dan serangan United. Total, ia melakukan dua tekel, sekali intercept, dan sekali clearence.


Umpan Fellaini

Dari segi penyerangan, Fellaini bermain lebih efektif ketimbang Mata. Terlihat dalam grafis di atas, bagaimana ia mampu menggerakkan sisi kanan United. Dari 32 umpan, sebanyak 27 kali mencapai sasaran.

Keberhasilan utama Van Gaal sebenarnya adalahmenarik Di Maria untuk bermain di belakang penyerang, dan memasukkan James Wilson untuk mendampingi Falcao di lini serang. Satu menit setelah pergantian tersebut, United membuka keunggulan.


Proses gol pertama Manchester United

Fellaini mampu melakukan apa yang seharusnya dilakukan Mata. Karena QPR tak secara khusus mengawalnya, Mata mestinya bisa membuka ruang untuk menerima umpan dan membuat peluang.

Dari gambar di atas terlihat bagaimana Onouha bergerak menjaga posnya, sementara Fellaini menahan diri untuk tidak mengikuti gerak Onouha. Akibatnya, ada jarak selebar satu meter antara keduanya. Di sini bisa terlihat bagaimana Henry dan Fer menjaga posnya ketimbang mengawal Fellaini, sama seperti yang keduanya lakukan kepada Mata.

Setelah gol tersebut, Valencia diplot untuk bermain lebih bertahan. Sisi kanan serangan dipercayakan pada Fellaini dan Di Maria. Falcao bergerak di kiri, sementara Wilson bergerak di kanan.

Setelah pengubahan skema tersebut, tercatat dua peluang dari skema yang sama. Bola diarahkan pada Wilson yang berlari di sisi kanan. Ia lalu masuk ke kotak penalti untuk mengirimkan umpan silang pada Falcao. Sayang, dua umpannya tidak mampu diselesaikan oleh penyerang asal Kolombia tersebut.

Gol Wilson tercipta lewat skema serangan balik. Menerima umpan Di Maria, Wilson dengan cerdik menendang bola langsung ke gawang QPR. Bola yang berhasil di tahan, memantul kembali ke arah Wilson. Penyerang berusia 19 tahun itu pun dengan mudah menceploskan bola untuk menggandakan keunggulan United.

Kesimpulan

Manchester United sempat dibuat kesulitan dan kebingungan dengan pola yang diterapkan QPR. Secara khusus, Redknapp menerapkan cara yang berbeda untuk mematikan peran Rooney dan Mata di lini tengah United.

Pada babak pertama, United seperti kebingungan. Mereka memegang bola, tapi tidak tahu akan diarahkan pada siapa. Sementara itu, QPR menunggu sambil berharap bola berhasil di-intercept, sehingga merekapun bisa melakukan serangan balik.

Penampilan Blind sendiri masih terlihat kurang meyakinkan ketimbang saat ia duet dengan Ander Herrera di lini tengah. Visi yang dimiliki Blind nyatanya memperlambat United kala melakukan serangan. Ia tidak menunjukkan kecepatan kala menyisir lapangan seperti yang biasa diperagakan Ashley Young maupun Valencia.

Perubahan skema yang dilakukan Van Gaal pada babak kedua berhasil mengubah keadaan. Di Maria dikembalikan ke sisi kanan, sementara Wilson dan Falcao ditempatkan di lini serang.

Keandalan Di Maria terlihat pada menit ke-55 saat ia mengirim umpan silang ke kotak penalti, yang disambut sundulan Falcao. Ini menunjukkan dirinya lebih tepat untuk memaksimalkan akurasi umpan untuk memanjakan penyerang, ketimbang menjadi penyerang itu sendiri. Sebagai penyerang, ia melepaskan empat tendangan, dan tidak ada satupun yang mengarah ke gawang. Sementara saat bermain di sayap, ia melepaskan empat umpan silang, yang dua di antaranya mencapai target.

Di lini pertahanan, Carrick bermain lebih disiplin. Saat Blind naik menyerang, Carrick turun membantu Phil Jones, Jonny Evans, dan Marcos Rojo. Karena permainan Mata yang tak berkembang, Fellaini pun dimasukkan. Ia mampu memberi perubahan dengan melakukan pressing ketat di area yang biasa ditempati Mata.

Perubahan tersebut membuat serangan QPR tak lagi menjadi efektif. Mereka tak lagi memanfaatkan kelemahan pertahanan MU dengan cara melakukan serangan balik. Setelah gol pertama United, QPR mulai menekan MU. Ini menjadi tidak efektif karena selain lambat, para pemain MU pun sudah bersiaga di area kotak penalti.

Kemenangan United atas QPR tidak lain karena kejelian Van Gaal mengubah cara bermain mereka, utamanya pada babak kedua. QPR sebenarnya mampu menahan gempuran-gempuran MU, dengan sesekali melakukan serangan balik cepat. Mereka mestinya paham satu kesalahan kecil saja kala menghadapi United, akan mampu mengubah hasil akhir pertandingan, dan itu yang terjadi semalam.

 

Kampusbet | Jendralpoker
Kami ada karena Anda

BBM : 2AE11015
SMS : +62 8788 7980 368
WhatsApp : +855 8731 8883
WeChat : KampusBet
YM : CSKampusbet@yahoo.com
Facebook : kampusbet
Twitter : Kampusbet
Google+ : Kampusbet

Tags:, ,