Dec 8
2015

Sevilla vs Juventus: Momen Magis Dybala

Sevilla vs Juventus: Momen Magis Dybala

Berita Bola, Juventus ingin meraih kemenangan di Sanchez Pizjuan saat menghadapi Sevilla pada match day keenam grup D, Rabu (9/12).

La Vecchia Signora bisa meraih kemenangan itu lewat keberuntungan dan sejumlah momen magis pemain-pemain muda mereka.

Apapun hasil yang diraih di Sanchez Pizjuan, Juventus akan tetap melangkah ke babak 16 besar. Namun demikian, Juventus tidak boleh mengalami kekalahan.

Jika Gianluigi Buffon CS kalah di Sevilla, sedangkan Manchester City menang atas Borussia Monchengladbach, maka mereka bakal kehilangan status juara grup D.

“Kami harus fokus pada hasil pertandingan kami. Finis di puncak bisa memberikan kami undian yang menguntungkan pada babak 16 besar dan untuk itu kami harus meraih hasil positif pada laga Selasa malam nanti,” ujar bek Juventus, Leonardo Bonucci, kepada Juventus.com.

Leonardo Bonucci yakin Juventus bisa kembali berbicara banyak pada Liga Champions musim ini. Menurut Bonucci, La Vecchia Signora memang belum selevel dengan tim-tim seperti Barcelona, Bayern Muenchen, dan Real Madrid.

“Namun dengan sebuah keberuntungan, kedisiplinan, serta sejumlah momen magis dari para pemain muda kami, kami bisa kembali berbicara di Liga Champions musim ini,” kata Bonucci.

Saat ini pemain muda yang paling berpotensi untuk menghadirkan momen magis adalah Paulo Dybala. Penyerang 22 tahun asal Argentina itu terus menunjukkan sinarnya sejak bergabung dari Palermo pada awal musim 2015/16.

“Dia memiliki kualitas yang luar biasa dan dia bakal berkembang jika dia mendapat ruang untuk tumbuh. Saya tidak ragu lagi dia akan menjadi bagian kunci dari Juventus untuk jangka waktu panjang,” ujar Bonucci soal Dybala.

Paulo Dybala memang belum mencetak gol dari lima penampilan di Liga Champions musim ini. Namun demikian, performa Dybala di Serie A sangat impresif.

Dari 14 penampilan Dybala mencetak tujuh gol dan menyumbangkan empat assist. Pada empat pertandingan terakhir Dybala selalu terlibat dalam gol-gol Juventus, tiga gol dan dua assist.

Paulo Dybala kemungkinan besar akan kembali berduet dengan Mario Mandzukic di Sanchez Pizjuan. Kerja sama Dybala dengan penyerang asal Kroasia itu semakin padu.

Menurut Dybala, mereka berdua semakin saling memahami pada setiap pertandingan dan dia mulai belajar di mana dan kapan Mandzukic menginginkan bola.

“Atribut fisik Mario sangat krusial, dia menangani para bek dan menggiring mereka keluar untuk saya menyerang ruang-ruang yang ditinggalkan,” kata Dybala di Juventus.com.

“Saya sedang berusaha meningkatkan kemampuan saya dan berkat dukungan rekan-rekan setim dan pelatih, pekerjaan saya menjadi lebih mudah,” imbuh Dybala.

Selain performa Paulo Dybala, Juventus punya modal catatan apik pada laga tandang. Skuat asuhan Massimiliano Allegri belum terkalahkan pada enam laga tandang di Liga Champions.

Namun demikian, Juventus punya catatan buruk setiap kali berlaga di Spanyol. Musim lalu Juventus kalah 1-0 di kandang Atletico Madrid, lalu bermain imbang 1-1 di kandang Real Madrid.

Secara keseluruhan La Vecchia Signora baru tiga kali menang dari 22 lawatan ke Spanyol. Juventus 14 kali mengalami kekalahan dan lima kali imbang.