Nov 20
2015

Yannick Carasco Bersinar karena Banyak Tuntutan

Yannick Carasco Bersinar karena Banyak Tuntutan

 

Berita Bola, Manaco –  Yannick Ferreira Carrasco awalnya diragukan dapat menggantikan peran Arda Turan yang sebelumnya memutuskan hengkang ke Barcelona. Sejak pindah dari AS Monaco ia duduk di bangku cadangan.

Tapi September lalu ia mendapatkan kepercayaan dari Diego Simeone turun sebagai starter. Dan ia mulai menunjukkan penampilan mengesankan.

Sampai akhirnya memberi pengaruh terhadap Atletico Madrid yang kini bertengger di posisi ketiga klasemen La Liga di bawah Madrid dan Barcelona.

Tak butuh waktu lama buat Carrasco menjadi pemain penting buat Atletico. Ia memberi deferensiasi terhadap penyerangan Rojiblancos.

Ia mempersembahkan enam kemenangan dari delapan laga La Liga yang dimainkannya. Termasuk kemenangan 4-1 dari Astana di ajang Liga Champions musim ini. hal itu tak lepas dari peran Simeone yang selalu menuntut lebih dari pemainnya.

Someone tak pernah mengabaikan pemain debutan. Ia selalu memberi kesempatan bermain kepada mereka untuk memaksimalkan potensinya. Hal serupa pernah dilakukannya pada Antoine Griezmann ketika pertama kali didatangkan dari Real Sociedad, pada musim panas 2014.

Bahkan tugasnya sangat berat. Apalagi saat itu Simeone sempat menempatkannya sebagai striker karena produktivitasnya sebagai sayap.

Alhasil, di musim pertamanya Griezmann langsung merebut hati publik Vicente Calderon. Ia bertransfromasi dari pemain sayap menjadi striker.

Kemudian keluar sebagai pencetak gol terbanyak Atletico musim lalu dengan 25 gol di semua ajang kompetisi. Ia jauh lebih produktif ketimbang Mario Mandzukic yang berposisi sebagai striker murni musim lalu, sebelum pindah ke Turin membela Juventus.

“Semua orang tahu Simeone melakukannya. Dia menuntut banyak,” ucapnya seperti dikutip football-espana.

Saat ini Carrasco belum sepenuhnya menjadi pemain inti. Ia masih beberapa kali diturunkan dari bangku cadangan. Bahkan pernah dua kali tak masuk dalam skuat.

Tapi, hal itu memberi motivasi lebih padanya untuk tampil semaksimal mungkin apabila Simeone memberinya kesempatan. Dan ia yakin akhir tahun ini bisa menjadi pemain inti yang selalu diandalkan.

“Saya rasa, saya bisa beradaptasi dengan baik terhadap gaya permainan tim,” lanjutnya.

Kesempatan itu akan datang padanya. Sebab, Simeone tak jarang memainkan formasi 4-4-2 sehingga mau tidak mau Carrasco diturunkan memperkuat lini tengah.

Terutama sayap kanan yang merupakan posisi idealnya. Lagipula Carrasco juga pemain yang fleskibel. Ia bisa bermain baik di posisi sayap kiri seperti saat menghadapi Sporting Gijon di pekan 11.

Karaktenya berbeda dengan rekan setimnya, Tiago, Koke, dan Gabi. Di lapangan, mereka tak pernah kelihatan lelah. Terus bergerak dan mengoper bola dengan baik secara konstan.

Mereka juga memiliki inisiati dalam bertahan ketika tim dalam kondisi diserang. Sedang Carrasco tak demikian. Tapi ia punya kelebihan yang dapat memberi perbedaan.

Kecepatan dibarengi kemampuan drible di rata rata-rata membuat pergerakannya ibarat sebuah ledakan yang merepotkan pertahanan lawan.

Nasibnya kemungkinan besar sama seperti Griezman. Tipikal mereka nyaris mirip. Tengok bagaimana pergerakannya saat Atletico menghadapi Valencia.

Kecepatan dan kemampuan driblenya memporak-porandakan pertahanan El Che. Golnya menentukan kemenangan Atletico 2-1. Kontribusinya menempatkan Atletico tetap berada di jalur persaingan trofi La Liga bersama Madrid dan Barcelona.